Pepaya California

Pepaya California
Dwi Sulistyo di kebun Percontohan Pepaya california

Sabtu, 12 November 2011

1. Home

CV. AGRO  LESTARI  MOJOPAHIT
Jln. Pendopo Agung Gg. Keramat
Dsn/Ds/Kec. Trowulan Kab. Mojokerto-JATIM
Phone : 0321-7249650
Hp      : 082131111185
website : www.katescalifornia.com
email :  kates.mojopahit@yahoo.co.id




Manager Operasional :
Bpk.  Samsul Fuadi. SH
Surodinawan - Mojokerto
Phone : 081 235 343 318

Manager Agronomi
Bpk.  Drs. Khustriono
Jln. Kusama Bangsa 171 Dsn. Krembung Dumpul 
kel. Randu Bangu Mojosari
Phone.  : 08883127509

Asisten Manager Agronomi 
Bpk. Margono
Phone :  083831513125

2. DISKRIPSI TANAMAN PEPAYA

Spesies : Carica papaya
Nama Inggris : Papaw
Nama Indonesia : Pepaya
Nama Lokal : Pepaya (Indonesia), Gedang (Sunda); Betik, Kates, Telo gantung (Jawa);
Deskripsi :
 Pepaya (carica papaya) merupakan tumbuhan yang berbatang tegak dan basah. Pepaya menyerupai palma, bunganya berwarna putih dan buahnya yang masak berwarna kuning kemerahan, rasanya seperti buah melon. 
Tinggi pohon pepaya dapat mencapai 8 sampai 10 meter dengan akar yang kuat.
 Helaian daunnya menyerupai telapak tangan manusia. Apabila daun pepaya tersebut dilipat menjadi dua bagian persis di tengah, akan nampak bahwa daun pepaya tersebut simetris.
 Rongga dalam pada buah pepaya berbentuk bintang apabila penampang buahnya dipoting melintang.


Tanaman ini juga dibudidayakan di kebun-kebun luas karena buahnya yang segar dan bergizi.
Distribusi/Penyebaran : Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Sentra penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi), Jawa Timur (kabupaten Malang), Yogyakarta (Sleman), Lampung Tengah, Sulawesi Selatan (Toraja), Sulawesi Utara (Manado).

Habitat : 
Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica.
 Tanaman pepaya banyak ditanam orang, baik di daeah tropis maupun sub tropis. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl).
Perbanyakan : Dapat diperbanyak dengan biji

Manfaat tumbuhan :
 Daun yang kering atau masih segar dapat digunakan sebagai pengusir serangga. Daun tersebut disemprotkan ke tanaman agar serangga menjauh.
Sumber Prosea : 2: Edible fruits and nuts p.108-112 (author(s): Villegas, VN)
Kategori : Biopestisida



Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
(tidak termasuk) Rosids
Ordo: Brassicales
Famili: Caricaceae
Genus: Carica
Spesies: C. papaya
Nama binomial
Carica papaya L 

Buah pepaya betina
Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "kat├Ęs" dan dalam bahasa Sunda "gedang".
Daftar isi
[sembunyikan]
• 1 Kegunaan
• 2 Pemerian
• 3 Kultivar pepaya
• 4 Referensi dan pranala luar

Pepaya jantan dengan bunga.
Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran (dioseng-oseng). Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.

Pohon pepaya umumnya tidak bercabang atau bercabang sedikit, tumbuh hingga setinggi 5-10 m dengan daun-daunan yang membentuk serupa spiral pada batang pohon bagian atas. Daunnya menyirip lima dengan tangkai yang panjang dan berlubang di bagian tengah. Bentuknya dapat bercangap ataupun tidak. Pepaya kultivar biasanya bercangap dalam.
Pepaya adalah monodioecious' (berumah tunggal sekaligus berumah dua) dengan tiga kelamin: tumbuhan jantan, betina, dan banci (hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai "pepaya gantung", yang walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula secara "partenogenesis". Buah ini mandul (tidak menghasilkan biji subur), dan dijadikan bahan obat tradisional. Bunga pepaya memiliki mahkota bunga berwarna kuning pucat dengan tangkai atau duduk pada batang. Bunga jantan pada tumbuhan jantan tumbuh pada tangkai panjang. Bunga biasanya ditemukan pada daerah sekitar pucuk.
Bentuk buah bulat hingga memanjang, dengan ujung biasanya meruncing. Warna buah ketika muda hijau gelap, dan setelah masak hijau muda hingga kuning. Bentuk buah membulat bila berasal dari tanaman betina dan memanjang (oval) bila dihasilkan tanaman banci. Tanaman banci lebih disukai dalam budidaya karena dapat menghasilkan buah lebih banyak dan buahnya lebih besar. Daging buah berasal dari karpela yang menebal, berwarna kuning hingga merah, tergantung varietasnya. Bagian tengah buah berongga. Biji-biji berwarna hitam atau kehitaman dan terbungkus semacam lapisan berlendir (pulp) untuk mencegahnya dari kekeringan. Dalam budidaya, biji-biji untuk ditanam kembali diambil dari bagian tengah buah.
Kelamin jantan pepaya ditentukan oleh suatu kromosom Y-primitif, yang 10% dari keseluruhan panjangnya tidak mengalami rekombinasi.



[1] Suatu penanda genetik RAPD juga telah ditemukan untuk membedakan pepaya berkelamin betina dari pepaya jantan atau banci.


[2] Kultivar pepaya

Kultivar pepaya bermacam-macam karena berbeda-beda pemanfaatan dan selera konsumen.
Pepaya bangkok
Pepaya bangkok diintroduksi dari Thailand. Permukaan buahnya tidak rata dan kulit luarnya relatif tipis, sehingga sulit dikupas. Kelebihannya, dagingnya manis dan berair. Buahnya berukuran besar.






Kates Mojopahit

Tingginya belum sampai satu meter, usianya baru delapan bulan, tapi pohon pepaya callina (Kates Mojopahit) yang merupakan varitas temuan Prof  Dr Ir Sriani Sujiprihati MS  sudah bisa menghasilkan puluhan buah lezat siap panen dan siap dipasarkan.

Kates Mojopahit yang merupakan buah lokal asli Indonesia tersebut, kini banyak ditanam para petani di berbagai daerah karena berbagai keunggulannya dan tingginya permintaan pasar.

Pepaya berukuran kecil dengan bobot rata-rata 1,3 kg per buah.

Varitas ini, tambahnya, adalah untuk publik domain, jadi petani pun dapat mengembangkannya sendiri. kata wanita kelahiran Ponorogo, Jatim, 28 Oktober 1955 itu.

 Manfaat kepada para petani, dan membuktikan bahwa sebenarnya buah lokal tidak kalah dengan buah impor yang saat ini membanjiri pasar Indonesia.

"Lebih senang lagi jika mendengar laporan dari petani bahwa mereka berhasil mengembangkan pepaya  ini di daerahnya, dan mendapat keuntungan yang lumayan," katanya.



3. BUDIDAYA PEPAYA SECARA UMUM

SYARAT PERTUMBUHAN
Tanaman dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700 - 1000 mdpl, curah hujan 1000 - 2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22 - 26 derajat C dan kelembaban udara sekitar 40% dan angin yang tidak terlalu kencang sangat baik untuk penyerbukan. Tanah subur, gembur, mengandung humus dan harus banyak menahan air, pH tanah yang ideal adalah netral dengan pH 6 -7.

PEMBIBITAN
1. Persyaratan Bibit/Benih
- Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.
- Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua.

2. Penyiapan Benih
Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Benih direndam dalam larutan POC NASA 2 cc/liter selama 1-2 jam, ditiriskan dan ditebari Natural GLIO kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 30 gram Natural GLIO.

3. Teknik Penyemaian Benih
- Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Disiram setiap hari. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam.
- Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan ke kebun.

4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5 - 10 cm. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam, cukup sedalam biji, yakni 1 cm. Dengan pemeliharaan yang baik, biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Semprotkan POC NASA seminggu sekali dosis 2 tutup/tangki

5. Pemindahan Bibit
Bibit-bibit yang sudah dewasa, sekitar umur 2 - 3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.

PENGOLAHAN MEDIA TANAM
1. Persiapan
Lahan dibersihkan dari rumput, semak dan kotoran lain, kemudian dicangkul/dibajak dan digemburkan.

2. Pembentukan Bedengan
- Bentuk bedengan berukuran lebar 200 - 250 cm, tinggi 20 - 30 cm, panjang secukupnya, jarak antar bedengan 60 cm.
- Buat lubang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan, dengan jarak tanam 2 x 2,5 m.

3. Pengapuran
Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5), setelah diberi pupuk yang matang, perlu ditambah ± 1 kg Dolomit dan biarkan 1-2 minggu.

4. Pemupukan
Sebelum diberi pupuk, tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu, setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang atau dengan SUPERNASA.

TEKNIK PENANAMAN
1. Pembuatan Lubang Tanam
- Lubang tanam berukuran 50 x 50 x 50 cm, yang digali secara berbaris. Biarkan lubang-lubang kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. - - Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2 - 3 blek. Jika pupuk kandang tidak tersedia dapat dipakai SUPERNASA dengan cara disiramkan kelubang tanam dosis 1 sendok makan/10 lt air sebelum tanam. Lubang - lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.
- Apabila biji ditanam langsung ke kebun, maka lubang - lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan.

2. Cara Penanaman
Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.

PEMELIHARAAN TANAMAN
1. Penjarangan dan Penyulaman
Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.

2. Penyiangan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

3. Pembubunan
Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya, memerlukan pendangiran tanah. Kapan dan berapa kali kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas, tergantung dari keadaan.

4. Pemupukan
Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak, khususnya pupuk organik, memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah.
Cara pemberian pupuk:
- Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia, 50 gram ZA, 25 gram Urea, 50 gram TSP dan 25 gram KCl, dicampur dan ditanam melingkar.
- Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA, 35 gram Urea, 75 gram TSP, dan 40 gram KCl
- Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA, 50 gram Urea, 75 gramTSP, 50 gram KCl
- Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA, 60 gram Urea, 75 gramTSP, dan 75 gram KCl
- Siramkan SUPERNASA ke lubang tanam dengan dosis 1 sendok makan/10 liter air setiap 1-2 bulan sekali
- Lakukan penyemprotan POC NASA dosis 3 tutup / tangki setiap 1-2 minggu sekali setelah tanam sampai umur 2-3 bulan
- Setelah umur 3 bulan semprot dengan POC NASA 3 - 4 tutup ditambah HORMONIK dosis 1 - 2 tutup / tangki.
- Penyemprotan hati - hati pada saat berbunga agar tidak kena bunga yang mekar atau lebih aman bisa disiramkan.

5. Pengairan dan Penyiraman
Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat, maka harus dibuatkan parit-parit. Pada musim kemarau, tanaman pepaya harus sering disirami.

HAMA DAN PENYAKIT
Kutu tanaman (Aphid sp., Tungau). Badan halus panjang 2 - 3 mm berwarna hijau, kuning atau hitam. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut, bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa, ada yang bersayap dan tidak. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.
Pengendalian : semprot dengan Natural BVR atau PESTONA secara bergantian
Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur, virus mosaik, rebah semai, busuk buah, leher akar, pangkal batang dan nematoda.
Penyakit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytophthora parasitica, P. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik, menjaga kebersihan, dan drainase serta sebarkan Natural GLIO ke lubang tanam, sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita.
Nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya, disarankan agar tidak menanam pepaya kembali, untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning, layu dan mati. Pengendalian : Siramkan PESTONA ke lubang tanam


PANEN DAN PASCA PANEN
1. Ciri dan Umur Panen
Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 7,5  bulan. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.

2. Cara Panen
Panen dilakukan dengan berbagai macam cara, pada umumnya panen/pemetikan dilakukan dengan menggunakan "songgo" (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik).

3. Periode Panen
Panen dilakukan setiap 4 hari sekali.



4.ANALISA USAHA PEPAYA CALIFORNIA

         ANALISA USAHA PEPAYA CALIFORNIA

 1.Pengolahan lahan/Sewa lahan 3  th @ Rp. 6.000.000,-                       Rp            18,000,000 ·
    Upah borong pembuatan lobang tanam 2000 lobang @ Rp 2000,-  Rp              4,000,000 ·
    Upah borong pengurugan lobang tanam 2000 lobang @ Rp 500,-  Rp              1,000,000 ·
    Upah borong pembuatan bedengan atau parit /Ha                            Rp              1,200,000    


 2.Persiapan tanam     ·Pembelian bibit 2000 Polybag @ Rp 2500          Rp              5,000,000 ·
    Pembelian pupuk kandang 500 karung @ Rp 2000,-                           Rp              1,000,000 ·
    Upah borong penaburan pupuk kandang 2000 pohon @ Rp 500    Rp              1,000,000 ·
    Pembelian pupuk dasar NPK 500 Kg @ Rp 2000                                 Rp             1,000,000 ·
    Upah tanam 40 H.K.W x Rp 8000                                                           Rp                 160,000 .
    Jumlah biaya awal                                                                                 Rp          32,360,000 .




3. Perawatan tanaman ( 3 bulan setelah tanam )   
  ·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                   Rp                320,000 ·
Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 1000 Kg  @ 2000                     Rp             2,000,000 
·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                         Rp                320,000
  Jumlah biaya Untuk bulan ke                                                                     Rp             2,640,000  

 4. Perawatan tanaman ( 6 bulan setelah tanam )  
   ·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                     Rp             320,000 ·
    Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 1000 Kg  @ 2000                 Rp             2,000,000 ·
    Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                       Rp               320,000 
 Jumlah biaya Untuk bulan ke – 6                        Rp           2,640,000       5. Peraatan tanaman ( 9 bulan setelah tanam )     ·Upah penyiangan 40 H.K.W x Rp 8000                                                           Rp                 320,000 ·Pembelian pupuk NPK ( 0,5 Kg /pohon ) 1000 Kg  @ 2000                                Rp             2,000,000 ·Upah menabur pupuk NPK 40 H.K.W @ 8000                                                  Rp                 320,000  Jumlah biaya Untuk bulan ke – 9                          Rp           2,640,000  Total biaya sampai panen ( I )       Rp         40,280,000       6. Biaya perawatan tahun ke II     ·Pembelian pupuk kandang 500 karung @ Rp 2000                                        Rp             1,000,000 ·Upah borong menabur pupuk kandang 2000 pohon @ 500                       Rp             1,000,000 ·Perawatan rutin ( lihat no 3 ) 4 Aplikasi x Rp 2.640.000                            Rp            10,560,000  Jumlah biaya tahun ke II                                  Rp         12,560,000       7. Biaya perawatan tahun ke I     .Pembelian pupuk kandang 500 karung @ Rp 2000                                       Rp             1,000,000 ·Upah borong menabur pupuk kandang 2000 pohon @ 500                            Rp             1,000,000 ·Perawatan rutin ( lihat no 3 ) 4 Aplikasi x Rp 2.640.000                                Rp            10,560,000  Jumlah biaya tahun ke III                                  Rp         12,560,000       8. Biaya penangulangan hama dan penyakit selama 36 bulan                            Rp         18,936,000                                              Total biaya s/d tahun ke III                      Rp         84,336,000 Produksi pepaya        Tahun    I ( buah pertama )                    o         1 pohon = 40 Kg x 2000 pohon = 80.000 Kg x Rp 1500         Rp      120,000,000     Tahun II  ( buah kedua )     o         1 pohon = 30 Kg x 2000 pohon = 60.000Kg x Rp 1.500           Rp        90,000,000      Tahun III ( buah ketiga )     o         1 pohon = 20 Kg x 2000 pohon = 40.000 Kg x Rp 1.500         Rp        60,000,000  JUMLAH                                Rp      270,000,000       Hasil panen                                      Rp      270,000,000 Modal                                                  Rp         84,336,000 Keuntungan                                  Rp       158,336,000  Keterangan : ·Harga pupuk kandang / karung ( 20 Kg )                                  Rp      2.000,- ·Harga pupuk NPK ( ponska ) / Kg                                             Rp      2.000,- ·Harga Dithane ( Fungisida )  / Kg                                             Rp    75.000,- ·Harga Supracide ( Insectisida ) / Kg                                         Rp  220.000,-  ·Harga Gandasil ( Pupuk daun ) / 500 Gram                               Rp    28.000,- ·H.K.W ( Hari Kerja Wanita ) Kerja setengah hari                       Rp      8.000,- ·H.K.P   ( Hari Kerja Pria ) Kerja setengah hari                           Rp    25.000,-  ·Untuk penanggulangan hama dan penyakit minimum 30 hari sekali ( setiap bulan ) ·Perbulan dibutuhkan obat-obatan sbb; o2 Kg Dithane @/ Kg Rp 75.000,-                                     Rp     150.000,- o1 Kg Supracide                                                             Rp     220.000,- o2 Bungkus Gandasil @ /500 Gram Rp 28.000                   Rp       56.000,- oUpah penyemprotan 4 H.K.P @ Rp 25.000                       Rp     100.000,-                                                            JUMLAH                             Rp     526.000,- ·Jumlah biaya yang dibutuhkan selama 3 tahun untuk penanggulangan hama dan penyakit           36 Bulan x Rp 526.000,-        Rp    18.936.000,- ·Alat investasi yang dibutuhkan o2 Buah HandSprayer Solo @ Rp 240.000                           Rp     480.000,- o1 Buah garpu @ Rp 50.000                                              Rp       50.000,- o1 Buah cangkul @ Rp 40.000                                           Rp       40.000,- 20 Buah kored ( alat untuk Menyiang ) @ Rp 10.000            Rp     200.000,-                                                          JUMLAH                                 Rp     770.000,-  Harga pepaya  asumsi harga terendah §          Disortir                    Rp 1.500,-/ Kg §          Buah afkir                Rp    800,-/ Kg  Buah Afkir :  -  Buah cacat / bengkok / bulat                       -  Berat buah dibawah 0,6 Kg / Buah                                

5. KATES TUMPANGSARI DENGAN JABON


6.PEMBIBITAN







7. Bapak Tri dan Bapak Gono